Ini Dia Aturan Soal Tenaga Kerja Di Bawah Umur

November 02, 2017
Suka Baca - Beberapawa waktu lalu, banyak berita terbaru yang mengungkapkan soal kecelakaan terbakarnya pabrik pembuatan petasan di Tangerang yang menewaskan hingga 47 orang. Banyak pihak prihatin sekaligus juga menyayangkan kejadian tersebut. Hal ini tak lain karena ternyata banyak ditemukan permasalahan seputar pabrik tersebut. Mulai dugaan ijin yang tidak benar, memperkerjakan anak-anak dan masalah keamanan yang sangat minim. 


Diantara segudang permasalah tersebut, paling menarik adalah masalah soal memperkerjakan anak-anak. Sebab hal ini sudah seperti fenomena gubung es. Tidak dapat di sangkal, bahwa ada banyak anak-anak yang sampai sekarang masih harus bekerja demi menafkahi dirinya sendiri dan orang tua. Penyebabnya sangat kompleks. Lagi pula, pemerintah mengeluarkan aturan seperti itu, sudah diimbangi dengan kewajiban belum? Sudah kah pemerintah siap menangggung semua anak-anak yang butuh biaya untuk hidupnya? 

Aturan Hukum Pekerja Anak
Sebenarnya pemerintah telah mengeluarkan aturan seputar pekerja anak. Dalam auran, sudah sangat jelas dan limitatif jenis pekerjaan apa yang bisa dikerjakan oleh anak-anak. Berikut aturan lengkapnya:

1. Sesuai dengan ketentuan yang ada dalam Pasal 68 dan Pasal 69 UU No. 13 Tahun 2003, prinsipnya pemberi kerja dilarang mempekerjakan anak. Tentu saja dengan beberapa pengecualian sebagai mana di bawah ini.

2. Anak berumur antara 13 s/d 15 tahun dapat dipekerjakan hanya untuk pekerjaan ringan saja serta tidak mengganggu perkembangan fisik, mental, kesehatan, dan hubungan sosial anak. Itupun harus dengan berbagai syarat, diantaranya: harus ada ijin tertulis dari ortu, ada perjanjian kerja antara pemberi kerja dengan ortu, hanya boleh diperkerjakan selama 3 jam dalam sehari. Juga hanya boleh diperkerjakan pada siang hari, harus ada K3, gaji dibayar sesuai ketentuan berlaku. 

3. Sementara untuk anak yang berusia antara 15 s/d 18 tahun sudah dapat diperkerjakan secara normal. Itupun dengan ketentuan tidak boleh dieksploitasi. Maksudnya tidak boleh ditempatkan pada bagian pekerjaan yang membahayaka keselamatan fisik, mental dan moral si anak. 

Aturan tersebut juga sesuai dengan Kepmenakertrans No. Kep-235/Men/2003 dan juga sesuai dengan ketentuan internasional lainya.

Artikel Terkait

Previous
Next Post »