Kemudahan Pinjaman KTA Tanpa Kartu Kredit Tunaiku

Januari 12, 2018 0

Suka Baca - Untuk merintis atau mensukseskan sebuah usaha dibutuhkan dana yang tidak sedikit. Meski  direncanakan dari awal, namun banyak biaya-biaya kaget yang terjadi dalam prosesnya. Namun kini tidak perlu bingung lagi, ada layanan pinjaman KTA tanpa kartu kredit Tunaiku yang dengan mudah diakses secara online. Proses ini lebuh cepat dan direkomendasikan, karena pengajuan KTA tanpa kartu kredit masih langka di sekitar kita. Memanfatkan kesempatan meminjam dana dengan cepat dan tanpa persyaratan yang menyulitkan.

Penggunaan dana besar tidak bisa direncanakan kapan. Kalaupun bisa direncanakan, hanya untuk keperluan atau kebutuhan tertentu saja. Kebanyakan dana yang dibutuhkan adalah untuk keperluan yang mendesak. Bank adalah tempat yang biasa digunakan untuk tempat pelarian peminjaman dana. Tentunya harus memenuhi persyaratan-persyaratan. Harus lengkap agar dana yang kita ajukan bisa cepat cair.

Ada jaminan juga yang harus kita berikan kepada bank. Harus memiliki pekerjaan yang tetap sehingga dipastikan memiliki penghasilan setiap bulannya. Kemudian dari pihak petugas bank akan mengadakan survey berkali-kali. Itupun masih belum bisa dipastikan dana akan cair.

Tidak lupa juga bagi para calon peminjam untuk membuka rekening dan memiliki kartu kredit dari bank terkait. Berbelit-belit dan aji mumpung untuk menambah jumlah target nasabah. Bahkan juga harus memiliki fasilitas kartu kreditnya.

Namun Amar Bank tidak akan menggunakan sistem yang muluk-muluk tersebut. Amar Bank memiliki program KTA atau Kredit Tanpa Agunan online yang berkualitas bernama Tunaiku. Dalam hal ini calon peminjam dana tidak perlu memasukkan jaminan, atau persyaratan ribet yang lainnya.

Cukup dengan mendaftar saja  secara online, mendapat konfirmasi persetujuan, melakukan tanda tangan kontrak perjanjian, dan uang akan cair. Tidak butuh waktu berhari-hari untuk menunggu petugas survey.

Mudahnya pinjaman KTA tanpa kartu kredit tunaiku
Satu lagi kemudahan dari pelayanan Tunaiku, yakni pengajuan KTA tanpa kartu kredit. Pelanggan tidak perlu menjadi nasabah Bank Amar terlebih dahulu. Jadi tidak perlu memiliki kartu kredit, baik kartu kredit Bank Amar atau kartu kredit bank lainnya. Tidak ada pemaksaan untuk menjadi nasabahnya. Maka dari itulah calon peminjam bisa dari kalangan manapun.

Jumlah dana yang dipinjam pun bisa berapa pun, sesuai dengan kebutuhan kita. Yang terpenting adalah memiliki penghasilan sekurang-kurangnya 3 juta per bulan. Suku bunga yang ditetapkan pun tidak terlalu tinggi. Masih standart dan tidak memberatkan.

Banyaknya suku bunga adalah 3% saja untuk rentang peminjaman 2 juta sampai dengan 20 juta rupiah. Untuk rentang peminjaman bisa dipilih mulai dari 6 bulan sampai dengan 20 bulan lamanya. Durasi peminjaman itu akan tergantung dari jumlah dana yang dipinjam.

Kartu kredit hanya sebagai kartu elektronik saja untuk pembayaran belanja. Tidak ada pengaruhnya dengan persyaratan untuk mendapatkan persetujuan dalam pengajuan pinjaman. Hal ini akan terkait dengan cara pembayaran cicilan pinjaman. Para peminjam bisa mencicil untuk membayar dengan mengandalkan password ID yang dimiliki. Bisa membayar via ATM, via bank, atau lain-lain.

Bank yang dituju adalah bank CIMB dengan nomor rekening yang telah dicantumkan pada buku pinjaman. Jadi semua orang bisa mengajukan pinjaman di Tunaiku tanpa harus memhuat kartu kredit terlebih dahulu.

Program pinjaman KTA tanpa kartu kredit tunaiku ini sengaja untuk memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat. Dengan mengandalkan pendaftaran dan proses secara online, dan surat kontrak perjanjian, dana yang diajukan akan cair.

Mengajukan KPR, Beli Rumah Baru Atau Rumah Bekas, Ketahui Perbedannya!!

Januari 07, 2018 0

Suka Baca - Mau beli rumah baru atau bekas. Semua ada tata caranya, Begitu pun ketika Kamu menggunakan kredit pemilikan rumah (KPR). Dibanding menggunakan uang cash, kredit rumah menggunakan dana Kredit Pemilikan Rumah KPR lebih rumit. Namun, kerumitan itu tidak ada artinya bila Kamu merasakan berbagai kemudahan yang ditawarkan. Misalnya saja, Kamu mau membeli perumahan asri di Jakarta, namun di tabungan cuma ada uang Rp500 juta, sedangkan rumah yang Kamu inginkan berharga Rp 800 juta. Solusinya adalah dengan membeli secara KPR atau membeli rumah bekas yang harganya tentu lebih murah dibandingkan membeli rumah baru Namun harus diingat, ada perbedaan antara membeli KPR rumah baru dan rumah bekas. Lalu, apa saja perbedaannya? Berikut penjelasan lengkapnya.

KESEPAKATAN DI AWAL

KPR Rumah Baru

Hubungi terlebih dahulu developer yang memasarkan rumah itu. Setelah deal harga dengan developer, baru lanjut ke urusan dengan bank.

KPR Rumah Bekas
Hubungi pemilik rumah. Jika Kamu sudah sepakat dengan harganya, selanjutnya hubungi bank yang menyediakan layanan KPR.

PROSES PENGURUSAN KPR

KPR Rumah Baru

Siapkan Syarat dokumen pribadi, yaitu KTP, slip gaji, dan surat kerja. Pihak developer akan memberikan salinan sertifikat tanah, izin mendirikan bangunan, dan surat tanda jadi transaksi pembeli dan developer rumah. Setelah syarat lengkap, selanjutnya pergi ke bank untuk mengurus KPR.

KPR Rumah Bekas
Minta salinan surat-surat rumah kepada pemilik rumah. Selanjutnya pergi ke bank. Agar pihak bank semakin yakin, silahkan bawa si penjual rumah ke pihak bank saat mengajukan KPR.

PROSEDUR YANG DILAKUKAN PIHAK BANK

KPR Rumah Baru

Pihak bank akan mengecek segala dokumen persyaratan. Selain itu, akan dicek pula data kredit Kamu selaku pihak yang ajukan KPR (BI Checking). Bila sebelumnya developer sudah bekerja sama dengan bank, dan Kamu dinyatakan lolos BI Checking, maka akan melangkah ke proses selanjutnya. Namun, bila developer dan bank belum ada kesepakatan bekerjasama, setelah Kamu lolos BI Checking, bank akan melakukan appraisal. Pihak bank hanya memberikan KPR sesuai patokan penaksiran pihak bank, bukan developer.

KPR Rumah Bekas
Setelah dokumen persyaratan dianggap lengkap dan Kamu lolos BI Checking, proses selanjutnya adalah appraisal. Sama seperti KPR baru, harga rumah perumahan asri di Jakarta tidak jarang berbeda dengan nilai appraisal bank. Biaya appraisal, Kamu yang membayar. Kecuali, bila sudah ada perjanjian sebelumnya, kalau pihak penjual lah yang menanggung biaya appraisal. Langkah mudahnya, ajukan KPR ke bank syariah.

SELESAI PROSES APPRAISAL

KPR Rumah Baru

Selesai appraisal, bank akan memutuskan KPR. Bila disetujui, Kamu cek apa saja syarat dan ketentuan KPR di dalam Surat Persetujuan Kredit (SPK). Jika Kamu setuju, maka Kamu tinggal menandatangani Surat Persetujuan Kredit tersebut. Belum selesai sampai disitu, Kamu akan diminta menandatangani akad kredit. Tanda tangan ini hanya sah bila dilakukan di hadapan notaris. Selain itu, harus ada kehadiran dari pembeli, perwakilan bank, dan developer.

KPR Rumah Bekas
Bila bank setuju memberikan KPR, maka Kamu akan menerima SPK. Selanjutnya, Kamu tinggal tanda tangan saja sebagai bentuk persetujuan. Tanda tangan akad kredit KPR tidak membutuhkan perwakilan developer. Namun, tetap sama. Harus dilakukan di hadapan notaris. Pihak yang harus hadir adalah pembeli, perwakilan bank, dan penjual.

PEMBAYARAN UANG MUKA

KPR Rumah Baru

Down payment (DP) dibayar setelah tAnda tangan akad kredit ke pihak bank. Pihak developer tidak ada hubungannya dengan pembayaran DP. Meski begitu, ada pula pihak developer yang memberikan fasilitas cicilan DP. DP dibayar terlebih dahulu ke pihak Bank, selanjutnya Kamu tinggal mengganti itu dengan cicilan kepada pihak Bank. Sayangnya, layanan seperti ini bisa dinikmati bila rumah yang akan Kamu beli memiliki harga Rp1 M.

KPR Rumah Bekas
DP langsung dibayar ke bank. Sangat jarang ada penjual rumah second yang memberikan fasilitas DP secara cicilan. Bahkan, kebanyakan meminta cash karena butuh uang tunai secepatnya, tanpa harus berurusan dengan dengan bank.

BIAYA - BIAYA TAMBAHAN
 
KPR Rumah Baru
Ini sangat tergantung developer. Bila pihak developer sudah bekerja sama dengan bank, maka biaya-biaya yang ada gratis. Pembeli cukup membayar booking fee.

KPR Rumah Bekas
Sangat tergantung dengan negosiasi dengan penjual. Bila kesepakatannya Kamu yang membayar, maka Kamu yang harus bayar. Namun, bila pihak penjual yang akan membayar, maka Kamu bisa bernafas lega. Kamu tidak perlu memikirkan masalah biaya Notaris, Provisi, dan Asuransi

Sebelum Kamu memutuskan akan membeli rumah bekas atau membelinya secara KPR. Cermati dan teliti segala hitungan kredit rumah hingga prosedur serta biaya yang nantinya akan dikeluarkan, karena terkadang pihak bank selalu memiliki ketentuan masing-masing. Entah dalam urusan KPR rumah baru dan rumah bekas. Terlepas dari besarnya peluang diterima atau tidak yang perlu Kamu lakukan adalah memenuhi segala syarat yang dibutuhkan. Baik KPR baru atau bekas, pilihlah sesuai kebutuhan dan kemampuan finansial Kamu.