Mengajukan KPR, Beli Rumah Baru Atau Rumah Bekas, Ketahui Perbedannya!!

Januari 07, 2018

Suka Baca - Mau beli rumah baru atau bekas. Semua ada tata caranya, Begitu pun ketika Kamu menggunakan kredit pemilikan rumah (KPR). Dibanding menggunakan uang cash, kredit rumah menggunakan dana Kredit Pemilikan Rumah KPR lebih rumit. Namun, kerumitan itu tidak ada artinya bila Kamu merasakan berbagai kemudahan yang ditawarkan. Misalnya saja, Kamu mau membeli perumahan asri di Jakarta, namun di tabungan cuma ada uang Rp500 juta, sedangkan rumah yang Kamu inginkan berharga Rp 800 juta. Solusinya adalah dengan membeli secara KPR atau membeli rumah bekas yang harganya tentu lebih murah dibandingkan membeli rumah baru Namun harus diingat, ada perbedaan antara membeli KPR rumah baru dan rumah bekas. Lalu, apa saja perbedaannya? Berikut penjelasan lengkapnya.

KESEPAKATAN DI AWAL

KPR Rumah Baru

Hubungi terlebih dahulu developer yang memasarkan rumah itu. Setelah deal harga dengan developer, baru lanjut ke urusan dengan bank.

KPR Rumah Bekas
Hubungi pemilik rumah. Jika Kamu sudah sepakat dengan harganya, selanjutnya hubungi bank yang menyediakan layanan KPR.

PROSES PENGURUSAN KPR

KPR Rumah Baru

Siapkan Syarat dokumen pribadi, yaitu KTP, slip gaji, dan surat kerja. Pihak developer akan memberikan salinan sertifikat tanah, izin mendirikan bangunan, dan surat tanda jadi transaksi pembeli dan developer rumah. Setelah syarat lengkap, selanjutnya pergi ke bank untuk mengurus KPR.

KPR Rumah Bekas
Minta salinan surat-surat rumah kepada pemilik rumah. Selanjutnya pergi ke bank. Agar pihak bank semakin yakin, silahkan bawa si penjual rumah ke pihak bank saat mengajukan KPR.

PROSEDUR YANG DILAKUKAN PIHAK BANK

KPR Rumah Baru

Pihak bank akan mengecek segala dokumen persyaratan. Selain itu, akan dicek pula data kredit Kamu selaku pihak yang ajukan KPR (BI Checking). Bila sebelumnya developer sudah bekerja sama dengan bank, dan Kamu dinyatakan lolos BI Checking, maka akan melangkah ke proses selanjutnya. Namun, bila developer dan bank belum ada kesepakatan bekerjasama, setelah Kamu lolos BI Checking, bank akan melakukan appraisal. Pihak bank hanya memberikan KPR sesuai patokan penaksiran pihak bank, bukan developer.

KPR Rumah Bekas
Setelah dokumen persyaratan dianggap lengkap dan Kamu lolos BI Checking, proses selanjutnya adalah appraisal. Sama seperti KPR baru, harga rumah perumahan asri di Jakarta tidak jarang berbeda dengan nilai appraisal bank. Biaya appraisal, Kamu yang membayar. Kecuali, bila sudah ada perjanjian sebelumnya, kalau pihak penjual lah yang menanggung biaya appraisal. Langkah mudahnya, ajukan KPR ke bank syariah.

SELESAI PROSES APPRAISAL

KPR Rumah Baru

Selesai appraisal, bank akan memutuskan KPR. Bila disetujui, Kamu cek apa saja syarat dan ketentuan KPR di dalam Surat Persetujuan Kredit (SPK). Jika Kamu setuju, maka Kamu tinggal menandatangani Surat Persetujuan Kredit tersebut. Belum selesai sampai disitu, Kamu akan diminta menandatangani akad kredit. Tanda tangan ini hanya sah bila dilakukan di hadapan notaris. Selain itu, harus ada kehadiran dari pembeli, perwakilan bank, dan developer.

KPR Rumah Bekas
Bila bank setuju memberikan KPR, maka Kamu akan menerima SPK. Selanjutnya, Kamu tinggal tanda tangan saja sebagai bentuk persetujuan. Tanda tangan akad kredit KPR tidak membutuhkan perwakilan developer. Namun, tetap sama. Harus dilakukan di hadapan notaris. Pihak yang harus hadir adalah pembeli, perwakilan bank, dan penjual.

PEMBAYARAN UANG MUKA

KPR Rumah Baru

Down payment (DP) dibayar setelah tAnda tangan akad kredit ke pihak bank. Pihak developer tidak ada hubungannya dengan pembayaran DP. Meski begitu, ada pula pihak developer yang memberikan fasilitas cicilan DP. DP dibayar terlebih dahulu ke pihak Bank, selanjutnya Kamu tinggal mengganti itu dengan cicilan kepada pihak Bank. Sayangnya, layanan seperti ini bisa dinikmati bila rumah yang akan Kamu beli memiliki harga Rp1 M.

KPR Rumah Bekas
DP langsung dibayar ke bank. Sangat jarang ada penjual rumah second yang memberikan fasilitas DP secara cicilan. Bahkan, kebanyakan meminta cash karena butuh uang tunai secepatnya, tanpa harus berurusan dengan dengan bank.

BIAYA - BIAYA TAMBAHAN
 
KPR Rumah Baru
Ini sangat tergantung developer. Bila pihak developer sudah bekerja sama dengan bank, maka biaya-biaya yang ada gratis. Pembeli cukup membayar booking fee.

KPR Rumah Bekas
Sangat tergantung dengan negosiasi dengan penjual. Bila kesepakatannya Kamu yang membayar, maka Kamu yang harus bayar. Namun, bila pihak penjual yang akan membayar, maka Kamu bisa bernafas lega. Kamu tidak perlu memikirkan masalah biaya Notaris, Provisi, dan Asuransi

Sebelum Kamu memutuskan akan membeli rumah bekas atau membelinya secara KPR. Cermati dan teliti segala hitungan kredit rumah hingga prosedur serta biaya yang nantinya akan dikeluarkan, karena terkadang pihak bank selalu memiliki ketentuan masing-masing. Entah dalam urusan KPR rumah baru dan rumah bekas. Terlepas dari besarnya peluang diterima atau tidak yang perlu Kamu lakukan adalah memenuhi segala syarat yang dibutuhkan. Baik KPR baru atau bekas, pilihlah sesuai kebutuhan dan kemampuan finansial Kamu.

Artikel Terkait

Previous
Next Post »