Mengenal Tipe Low Watt Terbaru AC Gree

Juni 26, 2018 0
Suka Baca - AC menjadi salah satu kebutuhan penting bagi masyarakat yang tinggal di negara tropis seperti Indonesia. Cuaca yang terkadang begitu panas membuat kita mudah merasa tidak nyaman. Karena itulah dibutuhkan produk AC berkualitas yang bisa membuat kita merasa nyaman dengan suhu udara yang pas.

Salah satu hal yang harus dipertimbangkan ketika kita akan membeli AC adalah daya listrik yang dibutuhkan. Agar lebih hemat, akan jauh lebih baik jika kita memilih produk AC yang bertipe low watt. Gree benar-benar memahami kebutuhan tersebut dan menghadirkan varian AC low watt terbaru yang berkualitas.

Setelah sempat mengeluarkan AC Gree C3 di akhir tahun 2017 lalu, kini AC Gree akan mengeluarkan tipe baru yaitu AC Gree C3E. Dengan menggunakan freon R32 yang lebih ramah lingkungan, AC ini juga mampu membantu mengurangi tingkat pemanasan global sampai 70%.

AC Gree C3E memang didesain sebagai produk AC yang sangat ramah lingkungan. Freon yang digunakan tidak berpotensi merusak lapisan ozon di bumi serta mudah untuk didaur ulang atau recycle. Produk ini tentu akan menjadi sangat cocok bagi anda yang cinta lingkungan dan ingin berpartisipasi untuk menjaga lingkungan hidup.


Mengusung konsep low watt, AC Gree C3E pastinya memiliki konsumsi listrik yang rendah. Meskipun bertipe low watt namun AC Gree C3E dinilai memiliki kemampuan mendinginkan ruangan dengan cepat. Bahkan AC ini disebut sebagai AC jenis low watt yang paling cepat dingin di dunia.

AC Gree C3E memiliki kapasitas pendingin sebesar 5350 BTU/h yang artinya sangat besar bagi AC dengan ukuran ½ PK. Kapasitas pendingin yang dimiliki oleh AC Gree C3E memiliki kemampuan mendinginkan ruangan yang jauh lebih baik daripada AC bertipe standard pada umumnya di pasaran. 

Dengan konsumsi listrik yang rendah dan kemampuan mendinginkan ruangan yang cepat, AC Gree C3E tentu akan menjadi AC idaman bagi semua orang. Ditambah, produk ini memiliki layanan purna jual yang tersedia cukup banyak di Indonesia. Oleh karena itu, anda tidak perlu ragu akan kualitas dan layanan servis AC Gree.

Produk AC Gree C3E akan dilengkapi dengan garansi 1 tahun ganti baru, 3 tahun garansi spare part, dan 5 tahun garansi kompresor serta motor. Jadi, jika terjadi gangguan dengan AC Gree C3E yang anda beli, anda bisa langsung berkonsultasi untuk mengajukan pelayanan garansi.

AC Gree C3E kabarnya akan dijual dengan harga yang cukup kompetitif di pasaran. AC ini dapat segera anda dapatkan di pasaran Indonesia. Untuk informasi lebih lengkap anda bisa langsung mengunjungi website www.gree.id.

3 Hal Penting yang Harus Diketahui Mengenai Biaya Tambahan Saat Transaksi dengan Kartu Kredit BCA

Juni 11, 2018 0

Suka Baca - Bagi pengguna kartu kredit, pungutan atau tambahan biaya pada saat transaksi sudah bukan hal yang aneh lagi. Entah itu besarnya hanya 2 persen hingga mencapai 3 persen. Pungutan ini biasanya dibebankan pada konsumen oleh merchant dengan berbagai alasan. Menariknya, pungutan ini sebenarnya tak harus ada. Setidaknya inilah yang diungkapkan oleh pihak BCA.

PT Bank Central Asia Tbk mengungkap bahwa sudah ada perjanjian dengan semua merchant yang bekerja sama dengan mereka untuk tak menambahkan biaya tambahan ini. Hal ini berlak untuk semua nasabah dan pemegang kartu kredit BCA. Sehingga semua pemilik kartu kredit BCA bisa melakukan transaksi di semua merchant yang bekerja sama dengan BCA tanpa adanya pungutan.

Untuk mengetahui lebih jauh, di bawah ini merupakan 3 hal penting tentang tak adanya charge atau pungutan biaya tambahan untuk pengguna kartu kredit BCA.

1. Ditindak tegas
Pungutan ataupun charge tambahan pada saat melakukan transaksi dengan kartu kredit memang sudah bukan hal yang aneh. Sehingga nasabah pun biasanya tak memperhatikan ketika di-charge tambahan. Padahal hal tersebut sangat dilarang dan bisa mendapatkan tindakan tegas.

Diungkapkan oleh Direktur BCA, Santoso semua biaya tambahan tersebut tidak diperkenankan. Baik itu transaksi kartu kredit BCA digesek pada mesin Electronic Data Capture (EDC) milik bank lain. Santoso juga mengungkap bila nasabah tetap di-charge, maka sebaiknya membuat laporan. Sehingga pihak BCA bisa menindak tegas merchant yang dinilai melanggar perjanjian tersebut.

2. Sudah tak ada sejak tahun 2011
Anda mungkin akan terkejut kalau tau bahwa charge atau pungutan biaya ini sebenarnya sudah ditiadakan sejak tahun 2011. Seperti dijelaskan oleh pihak BCA, bahwa dulunya charge ini memang ada. Namun sejak tahun 2011 sudah dihapuskan sesuai dengan surat putusan Peraturan Bank Indonesia Nomor 11/11/PBI/2009 tentang Penyelenggaraan Kegiatan Alat Pembayaran dengan Menggunakan Kartu.

Satu hal yang disayangkan memang kurangnya sosialisasi mengenai hal ini. Sehingga tanpa disadari merchant yang nakal masih membebankan biaya tambahan 2 hingga 3 persen untuk transaksi dengan kartu kredit. Padahal hal ini sudah cukup lama tak ada lagi.

3. Tak ada minimal transaksi
Santoso juga mengungkap bahwa BCA mendukung cashless society. Dimana penggunaan uang cash semakin dikurangi. Untuk itu semua transaksi dengan kartu kredit maupun debit seharusnya tak memiliki lagi nilai minimal. Ini berarti nasabah bisa menggunakan kartu mereka dengan nominal berapapun. Tak ada batasan seperti yang diketahui saat ini.

Hal tersebut tentu saja menarik mengingat masih banyaknya nasabah yang tidak mengetahui adanya aturan di atas. Setelah ini, tak ada lagi keraguan mengenai tak adanya charge atau biaya pungutan untuk transaksi dengan kartu kredit ini bukan?