Strategi Bisnis Sukanto Tanoto di Industri Kehutanan Berkelanjutan di Indonesia

Agustus 30, 2018

Suka Baca - Sukanto Tanoto adalah pebisnis sukses yang lahir di Medan tahun 1949. Sukanto Tanoto awali perjalanan bisnisnya pada saat ia harus mengambil alih tanggung jawab dalam bisnis suku cadang yang dimiliki keluarganya, sebab ayahnya jatuh sakit. Ia pada akihirnya harus tekun dan lebih gigih lagi, hingga akhirnya secara perlahan ia mampu mendiversikan bisnis tersebut dengan mendapatkan kontrak untuk membangun jaringan pipa perusahaan minyak serta gas nasional, yakni Pertamina. Sukanto Tanoto bertekad untuk memperluas bisnisnya tersebut dengan memanfaatkan keuntungan yang didapat dari kenaikan harga ketika terjadinya krisis minyak tahun 1979. 

Sukanto Tanoto adalah seorang pionir yang cukup berani dan seorang visioner yang memiliki pandangan jauh ke depan. Sukanto bangun kelompok bisnis yang awalnya bernama “Raja Garuda Mas” dan sekarang sudah berubah jadi “Royal Golden Eagle (RGE)”. Grup perusahaan yang didirikannya tersebut kini sudah memiliki aset yang mendekati 100 juta dollar AS. Keberanian serta ketajaman telah menuntun Sukanto Tanoto untuk masuk ke dunia bisnis yang berjalan pada industri kehutanan di Indonesia, yakni bisnis kelapa sawit, kemudian membawanya masuk dan memulai bisnis pada sektor pulp and paper. Di tahun 1993, Sukanto Tanoto kembali lagi membangun pabrik serta perkebunan di Kerinci, Riau. Yang mana produksi komersial bubur kertas dimulai pada tahun 1995, yang juga diikuti pula produksi kertas secara komersial di tahun 1998. 

Strategi Bisnis Sukanto Tanoto di Industri Kehutanan Berkelanjutan di Indonesia
Perlu untuk kita tahu bersama, bahwa investasi di industri pulp and paper (kertas) serta di perkebunan pasti saja akan sangat diperjuangkan keras agar tetap ada. Sumber daya, serta tenaga kerja yang cukup, bisa dipastikan semua usaha sebelumnya akan sia – sia belaka. Sukanto Tanoto percaya bahwasannya investasi dalam jangka panjang tersebut akan jadi sebuah bisnis yang berkelanjutan, sebab menggunakan sumber daya alam terbarukan. 

Anak perusahaan Royal Golden Eagle, APRIL sudah cukup sukses membangun sebuah perusahaan kertas and paper di Indonesia, serta memandang sumber daya hutan sebagai salah satu hal yang wajib dilindungi dan juga dijaga keberlanjutannya dengan cara menanam sekitar 200 juta bibit di setiap tahunnya. Perlindungan lingkungan pasti tak akan jadi beban perusahaan, akan tetapi malah jadi sumber daya alam yang kaya bagi perusahaan di sepanjang hal tersebut dilakukan dengan baik serta dengan komprehentif.

Agar bisnis berkelanjutan, ia gunakan prinsip bisnis 5C, yakni Good For Community, Good For Climate, Good For Country, Good For Company, dan Good For Costumer. Prinsip tersebut merupakan basis panduan operasi semua perusahaan yang ada dalam naungan Royal Golden Eagle. APRIL hasilkan listrik lewat produksi limbahnya dan suplai ribuan penduduk secara gratis, khususnya yang tinggal di Kerinci. Anak perusahaan Royal Golden Eagle ini juga sediakan air bersih bagi penduduk, membantu, serta mendukung petani lokal untuk memulai bisnis dengan mandiri dan mendapat pinjaman bank maupun mengajar mereka tentang bagaimana jalankan dan kelola bisnis dengan baik. 

Selain hal tersebut, RGE juga memiliki konsep tanggung jawab sosial perusahaan dalam operasi serta manajemen masing – masing. Mengambil langkah yang bertanggung jawab dalam pengembangan lingkungan juga masyarakat untuk penuhi tanggung jawab sosial perusahaan. Sukanto Tanoto bersama istrinya mendirikan Tanoto Foundation dengan tujuan agar bisa mengentaskan kemiskinan lewat inisiatif pendidikan, pemberdayaan, serta peninggkatan. Yang demikian tersebut merupakan langkah Sukanto dalam membangun industri kehutanan berkelanjutan di Indonesia.

Artikel Terkait

Previous
Next Post »